Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2013

Bacaan di Bulan Maret


Buku pertama!

Judul: NEGERI PARA BEDEBAH
Penulis: Darwis Tere Liye
Jumlah Halaman: 433 halaman
Harga: Rp. 60.000,-


Novel ini mengisahkan seorang ‘Petarung Sejati’ alias Thomas alias Tommy. Tapi dalam novel ini lebih banyak disebut Thomas. Baiklah, Thomas merupakan seorang pemuda yang berprofesi sebagai konsultan keuangan profesional. Thomas juga tergabung dalam sebuah Klub Petarung yang di dalamnya banyak orang dengan berbagai latar belakang profesi. Dengan modal dendam masa kecil akan kematian kedua orang tuanya dan didikan serta bumbu-bumbu cerita dari sang kakek , Thomas tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas, cerdik dan idealis. Hingga suatu saat Thomas harus dihadapkan dengan permasalahan bisnis keluarga yang mengharuskan Ia terlibat dan berusaha menyelamatkan bisnis keluarganya itu. Bukan, sebenarnya tujuan utama Thomas bukanlah menyelamatkan perusahaan yang dipimpin oleh pamannya, Om Lien. Tapi keterlibatannya kali ini lebih kepada dendam-dendam masa kecil atas kematian orang tuanya yang ada hubungannya dengan otak dari pengkhianat dalam urusan bisnis pamannya itu.

Disini Tere Liye mengemas cerita perjuangan Thomas dalam membuka tabir kejahatan sangatlah menarik, lengkap dengan intrik-intrik kecerdikan Thomas beradu dengan berbagai model kebusukan berbagai partisi di negeri ini. Dari sini tergambar bagaimana dan betapa bedebahnya isi negeri ini. Entah apa kekurangan atau justru ini kelebihannya saya juga bingung, dalam novel ini di setiap bagian ceritanya terlalu banyak kebetulan-kebetulan yang sepertinya kurang logis. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, kadang kala dalam hidup ini memang ada banyak kebetulan yang kadang kita sendiri susah memikirkan letak kelogisannya. Jadi mungkin ini bukan sekedar kebetulan yang dikasih Tuhan cuma-cuma ya, bisa jadi kebetulan yang diusahakan atau kebetulan yang dihadiahkan.

Berbicara kelebihannya, Aahh..keren pisan lah. Ada banyak pesan moral yang tersirat dalam novel ini. Tentang pentingnya belajar banyak hal, kerja keras, kegigihan, kecerdasan dan yang pasti sportifitas. Saya rekomendasiin buat seluruh anak negeri, bacalah buku ini. Iya baca baca baca ya..temen-temen saya juga saya suruh baca, korbannya sudah ada, si Okta,hahaha.

Ngomong-ngomong tentang bedebah, saya sendiri pernah berinteraksi langsung sama yang namanya bedebah. Dulu waktu SMA saya dan teman saya mau ngurus sesuatu ke kantor sesuatu terus berhadapanlah sama seorang bapak sesuatu.

“Ada keperluan apa kalian?”
“Mau ngurus surat sesuatu pak”
“Buat apa?”
“Buat daftar seleksi di  Bank sesuatu supaya bisa pendidikan di Bank sesuatu itu dan bekerja di Bank sesuatu itu pak”

Lalu apa coba jawaban bapak sesuatu itu..

“Hmm..kalau kalian bukan anak pejabat, nggak punya banyak uang jangan berharap keterima di Bank sesuatu itu. Sudah! kami tidak menerima pembuatan surat sesuatu untuk kalian siang ini.” Jelas si bapak sesuatu sambil gosok-gosok kumisnya..terus nyambung ketawa, “BEDEBAH BAH BAH HAHAHA”, ishh..ketawanya aja kayak gitu.

Kami pulang dengan tangan hampa. Eh waktu SMA kita masih polos ya, dibilangin gitu pasrah aja. Sampai akhirnya kami ikut seleksi itu dan kami dinyatakan keterima beberapa tahap tes tapi masih ada tes lagi. Intinya kita ada kesempatan keterima tanpa harus jadi anak pejabat atau punya banyak uang dulu ya. Padahal kami berdua jelas-jelas anak pejabat, bapak saya menjabat bapak rumah tangga di rumah saya dan bapak temen saya juga menjabat bapak rumah tangga di rumahnya. Tapi kami berdua nggak sombong. Tuh keliatan banget ya bapak sesuatu tadi seorang Mr. Bedebah! Rasanya saya dan temen saya itu pengen dateng lagi ke kantor sesuatu itu buat cari bapak sesuatu itu sambil bawa batok kelapa. Buat apa batok kelapa? Buat geplak si bapak ya? Bukan..bukan..kami nggak berani juga. Jadi buat apa? ya batok kelapa itu kami potong dua terus kami kasiin ke bapak,

“NIH PAK BUAT DIJADIIN BEHAAA!!”.  


Kaaaabuuuuurrrrrrrrrr…..


Buku kedua! 

Judul: Chairul Tanjung Si Anak Singkong
Penyusun: Tjahja Gunawan Diredja
Jumlah halaman: 384 halaman
Harga: Rp. 58.000,-


Buku ini merupakan tulisan seorang wartawan harian Kompas, Tjahja Gunawan Diredja yang bercerita tentang perjalanan hidup CT alias Chairul Tanjung. Chairul Tanjung yang sekolah bermodalkan kain halus ibunya sebagai biaya kuliah. CT dibesarkan dari keluarga miskin namun pekerja keras. Kerja keras inilah yang mengantarkannya kepada kesuksesan yang diraihnya sekarang. Dalam perjalanannya CT ditemani oleh istrinya yang berprofesi seorang dokter gigi yang bernama Anita Ratnasari. Banyak lika-liku kehidupan yang mereka hadapi. Kini Chairul Tanjung memiliki seorang putri dan seorang putra, Putri Indahsari dan Rahmat Dwiputra.

Chairul Tanjung yang pernah dijuluki si tangan emas memiliki prinsip tidak akan mencoba di suatu bidang jika di bidang itu Ia tidak bisa menjadi juara satu. Payung perusahaan yang sebelumnya kita kenal Para Group kini diubah menjadi CT Corp (Chairul Tanjung Corporation). Ada banyak bidang perusahaan yang digeluti oleh CT. Salah satunya di bidang pertelevisian dan informasi yaitu Trans 7. Konsep hiburan yang disuguhkan bersifat edukatif dan inspiratif.

Dari tiaada menjadi ada, itulah konsep seorang CT. Semoga anak negeri ini mencontoh kegigihan dan kerja keras CT. Dengan menanamkan jiwa entrepreneurship sejak usia muda, setidaknya memberikan potensi pertolongan besar untuk negeri ini. Jayalah terus pak CT!

Komentar saya (duilee semacam sudah hebat bener ya jadi komentator), buku ini enak dibaca, dengan berbagai pembahasan mengenai ekonomi namun masih mudah dicerna dan penggambaran perjuangan seorang CT dituliskan dengan rendah hati. Saya rekomendasikan untuk semua anak negeri untuk membaca buku ini, untuk anak swasta pindah ke negeri dulu. Tanamkan jiwa enterpreneur dan berjuanglah untuk perekonomian negeri baik dari skala mikro maupun makro. Mari kita hitung bersama, bayangkan kalo Pak CT punya karyawan sebanyak 75.000 orang masing-masing punya istri satu (yang punya dua istri kena pecat,haha..ampun ini informasi nggak bener) terus masing masing punya dua anak, jadi berapa totalnya anak-anak? 300.000 orang ibu guru…iyaak bener! nah berarti Pak CT membebaskan beban negeri sebanyak 300.000 orang tersebut. Luar biasa kan? tentu saja. 

Yuk mari..selamat membaca!


Buku ketiga!

Judul: 33 Pesan Nabi, Jaga Hati, Jaga Pikiran
Karya: Veby Surya Wibawa
Jumlah Halaman: 152 halaman
Harga: Nggak tahu, abisnya pinjem,hihihi



Buku ini merupakan komik yang bernafaskan islami. Dalil yang disampaikan adalah hadis Bukhari Muslim yang lekat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Disampaikan dengan bahasa yang santai. Komik ini bagus sekali dibaca santai-santai sambil makan kerupuk. lho kok mesti kerupuk? Iya itu misalnya kalo di rumah cuma ada kerupuk. Komik ini juga bisa dibaca oleh berbagai kalangan dan berbagai tingkatan usia. Ada berbagai seri yang tersedia, kebetulan yang saya baca ini vol.2. Buku ini saya pinjem dari Ratih (Terimakasih ya Ratih bukunya, *terus nyanyi..sari ratih..ratih sari ratih...#digeplak abang jual sari roti), tapi rencananya nanti mau beli sendiri supaya ada koleksi sendiri,hihi. Saya rekomendasiin baca buku ini. Enak kan sambil ketawa-ketawa tapi ada hikmah islami yang bisa kita petik.

Baiklah sampaikan walau satu ayat, hal.18 bab Manusia Terkuat.

“Siapakah yang kalian anggap perkasa?”

Kami menjawab, “Orang-orang yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun”.

Nabi bersabda, ”Bukan itu, tetapi orang-orang yang dapat mengendalikan dirinya pada saat marah”.(HR. Muslim)

Senin, 06 Agustus 2012

Bidadari–Bidadari Surga


Judul               : Bidadari–Bidadari Surga
Pengarang      : Tere Liye
Jumlah Hal      : 367 halaman
Harga             : Rp. 47.500


 
Bidadari–Bidadari Surga, Tere Liye...
Mendengar judul novel ini saya langsung tersentuh, indah sekali. Sebuah karya indah yang menginspirasi ini bercerita tentang seorang Laisa, kakak untuk empat adik-adiknya, seorang kakak yang ingin agar adik-adiknya terus sekolah, seorang kakak yang selalu mengajarkan disiplin dan kerja keras kepada adik-adiknya, seorang kakak yang tidak pernah datang terlambat untuk adik-adiknya, seorang kakak yang membangun janji kehidupan yang lebih baik untuk adik-adiknya, dan seorang kakak yang menjadikan adik-adiknya sebagai kebahagiaan yang cukup membahagiakan dirinya. Sama seperti novel-novelnya yang lain, disini Tere Liye membangun karakter tulisannya dengan penuh memotivasi lewat cerita yang tinggi akan nilai-nilai kehidupan, sederhana, kerja keras, berkorban, ikhlas, bersyukur, dan saling menyayangi.
Berkaca dari novel ini, saya juga seorang kakak, kakak untuk tiga adik saya. Andai seluruh kakak di penjuru dunia ini melihat seorang Laisa, kalau jalannya diridhai Allah mungkin akan banyak adik-adik yang sukses. Iya, alhamdulillah sempat membaca novel ini, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Pokoknya novel ini recommended buat dibaca oleh kakak-kakak diseluruh dunia,hhehhe.
Nyatanya bahagia itu sederhana. Saya sangat bahagia mempunyai adik-adik hebat, Depri, Sindy, dan Della. Walau kita berjauhan, kalian selalu ada dalam doa ayuk puti..

Kamis, 28 Juli 2011

Ayahku (Bukan) Pembohong

Judul          : Ayahku (Bukan) Pembohong
Pengarang  : Tere Liye
Jumlah hal : 304 halaman
Harga         : Rp 45.000


“Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?
Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.
Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.”

Novel ini bercerita tentang seorang ayah yang mendidik anaknya, Dam dengan berbagai cerita, hal-hal yang pernah dialami sang ayah, orang-orang yang pernah berjumpa dengan sang ayah. Tanpa disadari Dam tumbuh dewasa dan  berkarakter atas pengaruh dari cerita-cerita sang ayah.

Banyak hal yang diceritakan sang Ayah, dari mulai si Raja Tidur seorang hakim dan ahli ilmu kedokteran yang arif, Penguasa Angin yang cerdas, Kapten bintang lapangan yang masa kecilnya sangat gigih, dan banyak cerita lainnya yang menjadi sumber inspirasi Dam. Namun cerita-cerita ini membuat Dam membenci sang Ayah, terutama atas kematian ibunya. Dam berjanji tidak akan mendidik anaknya seperti ayahnya mendidik dirinya semasa kecil dengan cerita-cerita bohong.

Namun memang, kita akan merasa kehilangan seseorang dan menyesal ketika orang itu sudah tidak lagi disisi kita. Begitu pula dengan Dam, dia mengetahui bahwa ayahnya bukan pembohong setelah ayahnya meninggal dunia. Padahal setiap cerita yang disampaikan ayahnya kepada Dam adalah bentuk hiburan, hadiah, dan pendidikan yang diberikan seorang ayah untuk anaknya, karena memang sang ayah tidak membiasakan Dam dididik dengan hidup yang mewah, hadiah berlimpah, namun sebaliknya dari setiap cerita ayahnya mengajarkan kesederhanaan, perjuangan, kegigihan, dan kebaikan-kebaikan yang tanpa disadari Dam itu telah melekat erat dengan pribadinya.

Saya sebagai pembaca sekedar ingin berbagi, buku ini bagus dibaca bagi kalian calon ayah. Saya sendiri walau cewe, sempet mikir bagaimana pola saya mendidik anak-anak saya kelak. Tapi yang paling penting bagaimana menjadikan diri kita sebagai orang yang bijaksana, sederhana, gigih, dan mampu mengajarkan arti hidup. Jadi, kita yang bakal jadi orang tua, mempunyai modal yang baik untuk mendidik anak-anak kita nanti.  

Selain ceritanya yang mengharukan, bisa buat kita netesin air mata, novel ini juga memiliki keunikan tersendiri. Setiap kisah yang diceritakan antara nyata dan ga nyata, antara logis dan ga logis, antara mungkin dan ga mungkin, antara yakin dan ga yakin, bahkan saya setelah membaca novel ini antara percaya dan ga percaya apakah saya benar-benar membaca novel ini, apakah saya benar-benar telah membaca sebuah novel. Keragu-raguan ini sempet buat saya berburuk sangka kalo sang ayah memang pembohong, tapi keragu-raguan inilah yang membuat novel ini unik, dan banyak makna tersirat dibalik kisahnya.

Saya hanya ingin mengingatkan...selagi ada waktu coba luangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati dengan ayah..coba ringankan tangan untuk memeluk erat ayah.. seorang ayah boleh jadi tidak pernah mengungkapkan betapa beliau menyayangi kita karena lelaki diciptakan cenderung kaku dan dingin namun jauh dilubuk hatinya beliau ingin dipeluk anaknya, buah hatinya.. terkhusus anak laki-lakinya, sosok yang dibanggakannya, sosok yang akan menggantikan dirinya... ^^

Dan saya mau bilang makasih untuk sahabat saya.. novel ini KEREN !!! Makasih yaa... *__*

“Hakikat kebahagiaan itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagian sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu hakiki. Itu datang dari luar. Saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan. ”