Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2015

Puisi Sapardi Djoko Damono



Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebi arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

Aku ingin, Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu…

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada


Selasa, 20 Mei 2014

Makhluk Istimewa



Adalah seorang Makhluk Istimewa….

Yang setiap hembusan nafasnya memberi hidup dan kehidupan

Yang setiap detak jantungnya berjuang untuk kebaikan

Yang setiap senyumnya mampu membangkitkan sejuta energi

Yang setiap butir air matanya menyiratkan kekuatan

Yang setiap lantunan doanya dipersembahkan untuk orang-orang tersayang

 Yang setiap langkahnya penuh pertanggungjawaban

Yang setiap buah pikirnya menebarkan inspirasi

Yang setiap tetes darahnya di waktu melahirkan adalah perjuangan

Yang setiap setiap tetes air susunya adalah bibit masa depan

Yang setiap embrio di rahimnya adalah calon generasi cemerlang

Yang setiap kata-katanya selalu bermakna

Yang setiap lekuk tubuhnya adalah keindahan

Yang setiap tawanya mewarnai dunia

Yang setiap marahnya sebagai tanda sayang ditujukan untuk mengingatkan

Yang setiap ketegasannya adalah untuk bertahan

Yang setiap masakannya selalu dirindukan

Yang setiap dekapannya sungguh menghangatkan

Yang tak lelah meraih pendidikan terbaik demi proses berpikir yang baik

Yang belajar banyak hal demi membangun peradaban

Yang ikhlas menjadikan dirinya rumah, tempat pulangnya orang tersayang



Duhai, Perempuan….

Sungguh Tuhan tidak bercanda

Karena setiap detail dari diri seorang perempuan diciptakan dengan tidak sia-sia..

Satu hal lagi,
Tuhan menitipkan surga di telapak kaki setiap perempuan




-Andwilika-
 

Senin, 18 Maret 2013

“Romantisme”

 
Malam memanggil ku dengan syahdu..
Aku beranjak terbalut wudhu..
Mulut ku masih kaku..
Dahi ku penuh peluh..

Bolehkah aku berkata, Inilah Romantisme..

Malam menjaga ku dengan syahdu..
Aku diam tertunduk malu..
Ada butiran halus meluncur dari sudut mata ku..
Ini jelas bukan karena dibasuh, tapi air mata ku..

Bolehkan aku berkata, Inilah Romantisme..

Malam menemani ku dengan syahdu..
Rinai hujan berbisik dalam sujud ku..
Aku terdiam dan membatu..
Mata hati  terasa pilu..

Bolehkan aku berkata, Inilah Romantisme..

Malam masih bersama ku, dengan syahdu..
Terdengar lantunan dari upuk qalbu..
Aku tersipu malu..
Lalu terbelai menjadi satu..

Bolehkan aku berkata, Inilah Romantisme..

Malam..bukankah kau akan tetap syahdu?
Bolehkan aku mengadu?
Besok, mari lagi usik tidur ku..
Karena  hanya disini aku merasa dekat dengan Tuhan ku..

Oh ya, sebagai penutup bolehkah aku berkata..
Inilah Romantisme..
Terimakasih malam..

Oleh:
Seorang wanita kecil, di sudut kamar, di penghujung malam.