Sabtu, 04 Mei 2013

Kupu-kupu dan Sepasang Mata Itu

This picture from this!


Penghujung senja ini aku masih berdiri. Mencari sepasang mata sipit –yang telah aku kenal sejak tujuh belas tahun silam- untuk datang menghampiri ku. 

Di sini ada puluhan bahkan ratusan pasang mata. Mata yang berjuta warna. Tapi, aku tidak akan salah, bukan. Tidak akan salah mengenali sepasang mata –yang telah aku kenal sejak tujuh belas tahun silam- untuk ku tangkap lalu ku bawa pulang. 

Setelah lama, berdiri, menghitung-hitung dan tersenyum kecil. Apakah kamu berubah? Apakah aku tidak akan lagi mengenali mu? Bisa jadi, bisa juga tidak. Tapi satu hal, mata mu –yang telah aku kenal sejak tujuh belas tahun silam- tidak akan tertukar. Tetap aku kenali. 

Lalu kamu, apakah masih mengenali ku?

Dan tiba-tiba, sepasang mata itu keluar dari sebuah kerumunan. Berjalan pasti, menuju ke arah ku. Lalu aku, seketika menjadi gagap gempita. Melangkah, nanar menjadi hilang arah. Tapi maksudnya, menyambutnya menangkap sepasang mata itu. 

“Hey....”

Aku terkejut. Sorot matanya, aku kenal. Iya, aku kenal. Sepasang mata –yang telah aku kenal sejak tujuh belas tahun silam- masih sama.

Aku tersenyum kecil. Menahan-nahan laju pernafasan.

Aku dan sepasang mata itu berjalan. Sesekali Ia menggoda, sambil menarik puncak tas ransel kecil ku.

“Kamu tidak berubah, masih saja begini.” 

Aku terunduk. Malu menatap sepasang mata itu –yang telah aku kenal sejak tujuh belas tahun silam- walau sedetik. 

Dan memang, aku tidak berubah. Sama sekali tidak berubah. Aku masih suka ketawa cengengesan dan cerita belepotan. Oh ya, satu hal, aku masih tidak suka minum susu (walau sudah usaha).



03 Mei 2013; 17.51
Kupu-kupu kecil,
Hinggap di bandara


Repost from unspoken blog!

3 komentar:

  1. ciyeee.. Ups, syapa haayooooo

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. ciyeeee :p bacanya ikut deg2an.. Berasa menyelami karakter si aku, dag dig dug dhueeer

      Hapus